Senin, 18 Juni 2012

KARAKTER ITU, PALING INDONESIA


     Ku teringat di kala malam membawaku berjalan ke suatu tempat, berdua dengan pendongeng handal yang sampai saat ini menjadi orang paling berharga dalam hidupku. Ia adalah Ibuku.
Sosok yang membuatku terdiam dan sekali tertawa dengan candaan yang ia contohkan dalam kekonyolan sebuah cerita dongeng tentang si kancil dan buaya.
Tentulah cerita ini tidak asing ditelinga kita. Siapa yang tidak kenal kancil yang cerdik tapi fisik yang kecil? Siapa yang tidak kenal buaya yang kuat tapi bodoh? Walau hanya sebuah cerita dongeng. banyak hal yang ku dapatkan dari cerita itu.
Cerita yang menggambarkan sosok kancil dan buaya yang saling bermusuhan satu sama lain. Kekuasaan yang dimiliki buaya di area kekuasaannya, termakan oleh tipu daya si kancil yang dengan cerdik mengelabuinya, hingga kancil pun lolos kemudian merajalela di setiap wilayah.
Ku berfikir sejenak, ada yang mengganjal dalam ingatku, ternyata cerita si kancil dan buaya di atas hampir sama dengan cerita Indonesia hari ini.Terumpamakan Kancil  selaku negara adidaya, dan buaya selaku negara Indonesia. Selanjutnya silahkan dikembangkan.
Dari Sabang sampai Merauke berjejer pulau-pulau, bertabur sumber daya alam, ribuan adat istiadat menggemah karena keunikannya, sumber daya manusia lumayanlah, sarana dan prasarana cukup menjanjikan, lapangan pekerjaan cukup luas, bencana sudah sigap dihadapi, kesejahteraan mulai terjamin, konflik sudah meredah, kesediaan energi sudah berstandar Internasional, transportasi lumayan baik, hukum sudah tegak berdiri, pemerintah sangat setia menemani rakyat dan masih banyak lagi.
Apakah seperti itu Indonesia yang kita kenal hari ini? Apakah Indonesia sudah menjadi seperti yang kita harapkan? Cerita Indonesia saat ini menurut anda seperti apa? Silahkan dijawab sendiri, dan renungkan.
Dari berbagai hal yang telah terpaparkan sebelumnya, diriku tidak ingin membahas semua atau salah satu bagian dari itu. Diriku lebih suka membahas bagian sangat penting yang sedikit demi sedikit hilang di tengah-tengah kehidupan rakyat Indonesia. Padahal bila di perhatikan dengan seksama, inilah karakter rakyat Indonesia di mata dunia. Karakter itu, banyak mengenalakan orang banyak tentang Indonesia sesungguhnya. karakter itu antara lain:

Cium Tangan Orang Tua
Dulu sewaktu kecil, orang tua kita mengajarkan cium tangan atau biasanya disebut salim. Bila di semasa saya, hal ini merupakan kewajiban anak kepada orang tua disaat ingin pergi ke sekolah atau berpamitan ke tempat lain. Sebenarnya hal ini penting, selain menanamkan rasa cinta kita kepada orang tua, cium tangan itu sebagai tanda hormat dan terima kasih kita kepada mereka. Akan tetapi lambat laung semua memudar, rasa cinta, hormat, dan terima kasih seorang anak sangat jarang terlihat. Mengapa? inilah dampak perubahan zaman yang semakin menjauhkan yang dekat, semakin mendekatkan yang jauh.
Sudahkah kalian mencium tangan orang tua hari ini?

Senyum dan Sapa
Aku teringat sebuah film Hollywood yang dibintangi oleh aktris papan atas dunia, Julia Robert. Semasa hidupannya di Indonesia, ia sangat tersanjung dengan senyum dan sapa masyarakat sekitar yang ramah dan sopan santun. Setiap ia bertemu dengan masyarakat Indonesia senyum dan sapa itu selalu ada disetiap langkah kakinya bergerak, walaupun tidak saling mengenal satu sama lain. Inialah karakter Indonesia pintahnya, sangat jauh berbeda dengan kata orang lain yang memojokkannya.
Dulu citra bangsa Indonesia identik dengan ramah tamah dan murah senyum. Jadi, jangan sampai hilang kawan, tak ada ruginya bila senyum dan sapa itu terucap dan tertanam dalam diri kita, toh juga bermanfaat bagi diri sendiri asal jangan berlebihanlah. Karena ku yakin, senyum itu ibadah dan sapa itu menambah keakraban dengan sekitar kita.

Musyawarah
Satu lagi budaya yang sudah jarang ditemukan khususnya di kota-kota besar Indonesia. Kebanyakan penduduk di kota besar, hanya mementingkan egonya masing-masing, pamer inilah itulah, mau jadi pemimpin kelompok ini itu, dan bahkan suka main hakim sendiri. inilah cerminan Indonesia hari ini, yang tentunya harus dikikis dan diminimalisir.
Lain di kota lain di desa, bukannya diriku memojokkan salah satunya, tapi inilah yang terjadi hari ini, lihat saja desa-desa yang terpinggir dan kampungan kata banyak orang. Mereka masih menggunakan musyawarah dalam setiap pengambilan keputusan, sehingga mereka dapat hidup tentram dan saling percaya, tidak ada yang namanya saling sikut dan menjatuhkan, semua perbedaan diusahakan secara musyawarah dan mufakat inilah Indonesia.
Melihat hal di atas, apakah ini yang dinamakan kampungan? Saya rasa yang main hakim sendiri, otoriter yang berujung saling menjatuhkan, saling sikut menyikut karena kekuasaan mungkin lebih pantas di katakana kampungan. Mereka tidak berfikir bahwa tindakannya bisa merusak karakter bangsa yang selama ini dibangun dan diperjuangkan oleh pendahulu kita. Jadi sebaiknya Anda yang ‘masih’ merasa muda harus melestarikan budaya ini demi keberlangsungan negara Indonesia yang tentram dan cinta damai.

Gotong Royong
Itu bukan urusan ku“, “Apa untungnya buat saya?“, “emang gue pikirin!!”. Itu  beberapa peryataan yang sering kita dengar ketika berada di lingkungan sekitar kita. Banyak orang yang hanya melihat saudarahnya melakukan kerja bakti bersama, tidak ada rasa tenggang rasa untuk langsung membantu tanpa diminta. Mana gotong royong yang dibangun oleh pendahulu kita semasa memperjuangkan kemerdekaan Indonesia? Apakah sudah hilang? Ataukah terbawa angin lalu oleh sikap egois diri kita sendiri? Jawablah dalam hati.
Ada apa dengan kalian? Generasi muda, kini mulai termakan oleh sifat malas yang mendekatkan dirinya pada kebodohan.
Sudah ku tekatkan dalam diri untuk senantiasa menciptakan rasa simpati dengan membantu sesama, karena dengan kebiasaan seperti inilah bangsa kita bisa merdeka. Ingatkah saat masa penjajahan, tidak ada perasaan curiga, semangat rela berkorban terjaga, dan itulah yang membuat kita kuat.
Kurindukan karakter bangsa yang menjadikan kita kuat dan dikenal seantero dunia ini. Karakter yang terus-menurus ditularkan dalam bentuk semangat perjuangan yang akan memperkuat setiap langkah kehidupan bangsa ini. Aku salah satu dari jutaan generasi muda RI rela berkorban untuk terus melestarikan karakter bangsa dan menjadi paling Indonesia di negeri Garuda tercinta.

Tidak ada komentar: