SUDAH 24 tahun radio komunitas Electro Broadcasting System (EBS) Universitas Hasanuddin (Unhas) mengudara dengan lebel non-profit di Makassar, Maros, dan Gowa.
Radio ini merupakan radio siaran pendidikan pertama di Makassar yang berdiri pada tahun 1988. Kegiatan EBS FM sebagai Radio Siaran Pendidikan berawal dari bantuan pemancar AM dari Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi, Soesilo Soedarman, yang pada saat itu bernama Rasipen (Radio Siaran Pendidikan).
Pada tahun 1993, Rasipen berganti dari gelombang AM ke gelombang FM dengan menempati slot frekuensi 107,3 MHz yang dan bertempat di lantai 4 Jurusan Elektro Fakultas Teknik Unhas.
Untuk menyesuaikan dengan alokasi frekuensi FM dari Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit Kelas II Makassar, maka pada tahun 2000 berpindah ke slot frekuensi 107,2 MHz dengan nama radio EBS Unhas atas rekomendasi rektor. Radio ini kemudian pindah ke lantai 8 rektorat Unhas.
Seiring berjalannya waktu, radio komunitas ini pun mapan dengan slot frekuensi 107,7 MHz dan berlokasi di bawah perpustakaan pusat Unhas.
Musyawarah besar (Mubes) EBS Unhas sudah berlangsung selama tujuh kali. Tiga ketua terakhir di sandang secara bergantian oleh Fahid Mappa, Siti Arfah, dan yang menjabat hingga saat ini Abd Rahim.
Abd Rahim menjelaskan, EBS menurutnya sebagai wadah bagi pengembangan keterampilan dan kemampuan di bidang keilmuan teknologi khususnya teknologi informasi, telekomunikasi dan penyiaran. Selain itu juga untuk meningkatkan kemampuan di bidang broadcasting, pemberitaan, jurnalistik dan wawancara.
"Hal paling penting yakni melaksanakan Tri Darma yang ketiga yaitu pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan informasi pendidikan, pengetahuan umum serta wacana-wacana yang berkembang untuk menciptakan masyarakat yang kritis dan dinamis serta sarat akan perubahan," ungkap Abd Rahim, Kamis, 7 Februari.
Dengan wadah stasiun yang dimiliki dan dirakit sendiri, serta antusiasme mahasiswa yang mempunyai minat dan bakat di bidang elektronika, telekomunikasi serta jurnalistik penyiaran Radio, EBS FM dapat berdiri sendiri dan bebas dari keterikatan pemberitaan dari unsur manapun. Radio ini juga telah memberikan berbagai andil yang sangat bermanfaat kepada para mahasiswa dan masyarakat umum.
"Hal membanggakan buat EBS selama ini yakni, satu-satunya radio komunitas yang mempunyai Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) dan tentunya radio kampus paling tereksis hingga sekarang," aku Rara selaku Station Manager EBS.
Dengan kru sebanyak 50-an orang, EBS Unhas sudah melahirkan banyak program siaran yang mumpuni. Sebut saja Campus Call, EBS Begadang, EBS Opini, Dinding Kampus, dan Info Tek.
Radio ini merupakan radio siaran pendidikan pertama di Makassar yang berdiri pada tahun 1988. Kegiatan EBS FM sebagai Radio Siaran Pendidikan berawal dari bantuan pemancar AM dari Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi, Soesilo Soedarman, yang pada saat itu bernama Rasipen (Radio Siaran Pendidikan).
Pada tahun 1993, Rasipen berganti dari gelombang AM ke gelombang FM dengan menempati slot frekuensi 107,3 MHz yang dan bertempat di lantai 4 Jurusan Elektro Fakultas Teknik Unhas.
Untuk menyesuaikan dengan alokasi frekuensi FM dari Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit Kelas II Makassar, maka pada tahun 2000 berpindah ke slot frekuensi 107,2 MHz dengan nama radio EBS Unhas atas rekomendasi rektor. Radio ini kemudian pindah ke lantai 8 rektorat Unhas.
Seiring berjalannya waktu, radio komunitas ini pun mapan dengan slot frekuensi 107,7 MHz dan berlokasi di bawah perpustakaan pusat Unhas.
Musyawarah besar (Mubes) EBS Unhas sudah berlangsung selama tujuh kali. Tiga ketua terakhir di sandang secara bergantian oleh Fahid Mappa, Siti Arfah, dan yang menjabat hingga saat ini Abd Rahim.
Abd Rahim menjelaskan, EBS menurutnya sebagai wadah bagi pengembangan keterampilan dan kemampuan di bidang keilmuan teknologi khususnya teknologi informasi, telekomunikasi dan penyiaran. Selain itu juga untuk meningkatkan kemampuan di bidang broadcasting, pemberitaan, jurnalistik dan wawancara.
"Hal paling penting yakni melaksanakan Tri Darma yang ketiga yaitu pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan informasi pendidikan, pengetahuan umum serta wacana-wacana yang berkembang untuk menciptakan masyarakat yang kritis dan dinamis serta sarat akan perubahan," ungkap Abd Rahim, Kamis, 7 Februari.
Dengan wadah stasiun yang dimiliki dan dirakit sendiri, serta antusiasme mahasiswa yang mempunyai minat dan bakat di bidang elektronika, telekomunikasi serta jurnalistik penyiaran Radio, EBS FM dapat berdiri sendiri dan bebas dari keterikatan pemberitaan dari unsur manapun. Radio ini juga telah memberikan berbagai andil yang sangat bermanfaat kepada para mahasiswa dan masyarakat umum.
"Hal membanggakan buat EBS selama ini yakni, satu-satunya radio komunitas yang mempunyai Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) dan tentunya radio kampus paling tereksis hingga sekarang," aku Rara selaku Station Manager EBS.
Dengan kru sebanyak 50-an orang, EBS Unhas sudah melahirkan banyak program siaran yang mumpuni. Sebut saja Campus Call, EBS Begadang, EBS Opini, Dinding Kampus, dan Info Tek.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar