Bercerita memang menyenangkan, apa lagi yang diceritakan adalah kisah menarik dari perjalanan hidup kita. Bukan menyombongkan diri atau narsis, ini hanya sekedar refleksi akan capaian dari lika-liku kehidupanku saat ini.
Alhamdulillah, diriku bisa ke Jambi. Dengan tulisan sederhana, tak terbayang bisa lolos mewakili kampus Unhas ke sana. Melihat pengumuman kala itu, diri ini terasa gembira, bahagia bercampur sedih dan akhirnya harus berfikir apakah saya harus pergi atau tidak, dikarenakan bertepatan dengan Kuis salah satu mata kuliah. Luruskan niat dan memohon izin kepada Pak Dosenpun menjadi pilihanku, dan akhirnya kubulatkan tekat untuk mengikutinya.
Negeri Angsa Sumatra, itu panggilanku kepada sebuah provinsi kecil yang katanya bekas sebuah kerajaan di masa lalu. Kalau tidak percaya datang saja ke Candi Muara Jambi, di sana ada beberapa peninggalan sejarah yang menggambarkan sebuah kerajaan.
Salah satau peninggalannya, silahkan pilih mana?
Sayang sungguh sayang, sahabat se-tim ku Sumarlin tidak bisa mendampingiku ke sana. Tampak raut wajah yang sedih dan penuh kekecewaan mendalam dari sodarahku satu ini. Yah alasannya biar kita dan Allah sajalah yang tahu. Intinya kami takkan berhenti berkarya dengan kondisi yang kurang menyenangkan sekalipun.
Tiket sudah ada, peking kelar, diriku pun siap menuju medan pertempuran (lebay). Dukungan dari kawan-kawan, sanak keluarga terkhusus sang ibu yang tak henti-hentinya mendoakan diriku untuk sukses dalam setiap langkahku berjalan, menjadi motivasi terbesarku selain misi khususku memberantas rokok di Indonesia.
Dengan sepeda motor, ku ditemani kawanku Sudarmin ke bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Ngebut-ngebut bukan hal yang baru lagi dilakukan oleh kawanku satu ini, sesekali belokannya membuatku takut dan akhirnya teriak: "Bro pelan-pelan cuuy, belum peka menikah ca," tuturku dan di jawab dengan tertawaan oleh darmin panggilan akrabnya.
Salaman serta pelukan hangat dari kawanku, melangkahkan kakiku menuju ruang boarding. "Hati-hatiko ca," tutup darmin. Dirikupun masuk ke dalam dan melakukan aktivitas sewajarnya. Hingga tiba pukul 11.05, ternyata pesawatnya belum datang. 30 menit kemudiaa, suara berbunyi: "Perhatian, panggilan kepada penumpang Sriwijaya air dengan tujuan Jakarta diharapkan masuk dari pintu G4". Berangkatlah diriku, yah delay tak mengapa bagiku, lumayanlah melatih kesabaran.
Dirikupun beranjak dari ruang tunggu menuju pesawat Sri**jaya Air. Hal yang tak mengenakkan sudah menghampiriku kala itu, mual-mual kerena masuk angin membuat kepala pusing 8 keliling, yah akhirnya tidur sajalah kerjaku. 2 jam dari Makassar ke Jakarta cukup menguras tenaga, belum lagi menunggu 2 jam plus 1 jam penerbangan dari Jakarta ke Jambi super sekali pak mario. hahahaha
Sabar, dan terus sabar, setibanya di bandara Soekarno Hatta, cek boarding lagi langsung mengarah ke gate B2. Ruangan penuh sesak membuatku tak betah, yah tak mengapalah duduk melantai jalan keluarnya. Bukan cuman aku sih, tapi banyak juga yang melantai. Hal yang konyol terjadi, setelah pesawat mendarat, dan siap-siap take off, kan antrian tuh masuk ke pesawat sambil perlihatkan boarding pass, sepintas ku bertemu Rahman dan Iwan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar yang kebetulan lolos juga ke Jambi. Yah hanya sepintas sih, ku juga cuek lihatnya. hehehehe
Pukul 16.25 Wib pesawat Sri**jaya ait take off, tunggu aku Jambi tutupku dan tertidur. disela-sela penerbangan, ada promo barang-barang tuh, terus ada barang yang unik, belilah untuk satu orang yang lagi ultah belum lama ini. Humm . . . sipp berselang 1jam kemudian, akhirnya pesawatnya mendarat dengan mulus (apanya mulus, deh paka dumba-dumba (mendebarkan), soalnya bandara di Jambi yang bernama Thata Syaifuddin (maaf kalau salah) lintasannya pendek, jadi pesawatnya harus ngerem total sih. Tapi intinaya Alhamdulillah bisa nyampe dengan selamat.
Setelah turun dari pesawat, ada mas Wasril nih yang lagi nunggu diluar, dengan batik berwarna ungu, hmm senyumnya itu lho manisnya minta ampun. heheheh. sebelumnya sudah hadir teman kita dari UNY, kemudian IPB, lalu Aku, dan terakhir Unismuh. Kaget pas ngelihat perwakilan dari Unismuh, hahah ternyata ini yang tadi berpapasan waktu di bandara, jadinya malu juga tidak tegur sapa.
Badan lemas, butuh istirahat, tak lama hujan turun. Bukti bahwa kedatangan kita diberkahi Allah. Amin, Yah sambil menunggu jemputan kita bertedu dulu di mesjidnya bandara, lumayan sholat Magrib juga sih, hehehe. lepas magrib kita berangkat, ke penginapan.
Dalam perjalanan, aku, anak UNY dan Rahman Unismuh berada dalam satu mobil dengan sopirnya ketua panitia Exist Fair. banyak canda guaru yang terlepaskan dalam setiap km mobil bergerak. Hal yang lucu terjadi di saat melintasi jalan di area perkotaan Jambi. Terdapat patung angsa yang sangat besar. Tanpa sengaja Rahman mengatakan kepada Ketupatnya. "enak yah kalau angsa dimakan, mang disini ada yang jual angsa yah mas? sontak kami semua tertawa, nih Rahman mau cari mati, sudah tahu tuh lambang kebesarannya Jambi kok mau dimakan begitu saja, ntar nyampe di Makassar pie toh baru pananreang ki (Makan maksudnya).
Sekitar 30 menit, kami sudah sampai di penginapan, rasa ngantuk bercampur lelah menjadi hal yang lumrah terasakan di badan masing-masing peserta, lumayanlah jauh. hehehe... perut lapar, si Mas Iwan Unismuh mengajak kita cari makan diluar, nih mas Iwan mah belum lama nyampe sudah mau amcam-macam. hahahaha tak mengapalah yuk mari kita nyari makanan.
Penginapan kita nih, baguskan????
"Mba tempat yari makan di mana yah?" tanya iwan kepada salah seorang panitia. "Wah mas di sini jauh tempat makannya. Mang mas mau amakn apa?" jawab salah seorang panitia. "Makan yang ringan-ringan aja mba" balas iwan. "Wah mas, kami udah nyiapin makanan, bentar lagi datang kok sabar yah" dengan dialek daerah yang sopan dan ayu dibalasnya.
Kamipun memutuskan tuk bersabar, yah lumayanlah menjaga nafsu makan, tak beberapa lama kemudia datanglah makanan itu. Asik masuk semua. aaahumm datang tuh mas Wayan, kenalan deh sama kita-kita. hmm paling cepat tuh mas Wayan kalau makan. hahahaha piss. Dengan lahap masakan padang dikunya dan ditelan tanpa ampun. hantam banyol. Di tengah-tengah santap malam itu, hal unik ada lagi, tuh minumnya dari pelastik, kirain minuman padahal cebokan atangan. huhuhuhu Alhamdulillah yah . . .
Setelah makan, naik ke kamar, nunggu teknikal miting dengan sedikit meluruskan tulang belakang. Tak ebebrapa lama kemudia suara ketok pintu terdengar di kamar kami (aku, Rahman dan Iwan). "Mas teknikal miting di gedung sebelah, sekarang yah mas," tutur dengan sopan salah satu panitia. Yah langkah akaki walau tak sesempurna di awal perjuangan dari rumah yah tetap semangatlah.
Teknikal Miting, tampak muka ngantuk di depan
Perkenalan satu sama lain, asik semua, rame, gokil dan misterius tergambarkan dari beberapa peserta. Yah begitulah baru kenal kan masih Jaga image. wkwkwkw...
1 jam berjalan teknikal miting kelar. dan Tidur lah kita . . .
Bersambung . . . . .
Sabar, dan terus sabar, setibanya di bandara Soekarno Hatta, cek boarding lagi langsung mengarah ke gate B2. Ruangan penuh sesak membuatku tak betah, yah tak mengapalah duduk melantai jalan keluarnya. Bukan cuman aku sih, tapi banyak juga yang melantai. Hal yang konyol terjadi, setelah pesawat mendarat, dan siap-siap take off, kan antrian tuh masuk ke pesawat sambil perlihatkan boarding pass, sepintas ku bertemu Rahman dan Iwan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar yang kebetulan lolos juga ke Jambi. Yah hanya sepintas sih, ku juga cuek lihatnya. hehehehe
Pukul 16.25 Wib pesawat Sri**jaya ait take off, tunggu aku Jambi tutupku dan tertidur. disela-sela penerbangan, ada promo barang-barang tuh, terus ada barang yang unik, belilah untuk satu orang yang lagi ultah belum lama ini. Humm . . . sipp berselang 1jam kemudian, akhirnya pesawatnya mendarat dengan mulus (apanya mulus, deh paka dumba-dumba (mendebarkan), soalnya bandara di Jambi yang bernama Thata Syaifuddin (maaf kalau salah) lintasannya pendek, jadi pesawatnya harus ngerem total sih. Tapi intinaya Alhamdulillah bisa nyampe dengan selamat.
Setelah turun dari pesawat, ada mas Wasril nih yang lagi nunggu diluar, dengan batik berwarna ungu, hmm senyumnya itu lho manisnya minta ampun. heheheh. sebelumnya sudah hadir teman kita dari UNY, kemudian IPB, lalu Aku, dan terakhir Unismuh. Kaget pas ngelihat perwakilan dari Unismuh, hahah ternyata ini yang tadi berpapasan waktu di bandara, jadinya malu juga tidak tegur sapa.
Badan lemas, butuh istirahat, tak lama hujan turun. Bukti bahwa kedatangan kita diberkahi Allah. Amin, Yah sambil menunggu jemputan kita bertedu dulu di mesjidnya bandara, lumayan sholat Magrib juga sih, hehehe. lepas magrib kita berangkat, ke penginapan.
Dalam perjalanan, aku, anak UNY dan Rahman Unismuh berada dalam satu mobil dengan sopirnya ketua panitia Exist Fair. banyak canda guaru yang terlepaskan dalam setiap km mobil bergerak. Hal yang lucu terjadi di saat melintasi jalan di area perkotaan Jambi. Terdapat patung angsa yang sangat besar. Tanpa sengaja Rahman mengatakan kepada Ketupatnya. "enak yah kalau angsa dimakan, mang disini ada yang jual angsa yah mas? sontak kami semua tertawa, nih Rahman mau cari mati, sudah tahu tuh lambang kebesarannya Jambi kok mau dimakan begitu saja, ntar nyampe di Makassar pie toh baru pananreang ki (Makan maksudnya).
Sekitar 30 menit, kami sudah sampai di penginapan, rasa ngantuk bercampur lelah menjadi hal yang lumrah terasakan di badan masing-masing peserta, lumayanlah jauh. hehehe... perut lapar, si Mas Iwan Unismuh mengajak kita cari makan diluar, nih mas Iwan mah belum lama nyampe sudah mau amcam-macam. hahahaha tak mengapalah yuk mari kita nyari makanan.
Penginapan kita nih, baguskan????
"Mba tempat yari makan di mana yah?" tanya iwan kepada salah seorang panitia. "Wah mas di sini jauh tempat makannya. Mang mas mau amakn apa?" jawab salah seorang panitia. "Makan yang ringan-ringan aja mba" balas iwan. "Wah mas, kami udah nyiapin makanan, bentar lagi datang kok sabar yah" dengan dialek daerah yang sopan dan ayu dibalasnya.
Kamipun memutuskan tuk bersabar, yah lumayanlah menjaga nafsu makan, tak beberapa lama kemudia datanglah makanan itu. Asik masuk semua. aaahumm datang tuh mas Wayan, kenalan deh sama kita-kita. hmm paling cepat tuh mas Wayan kalau makan. hahahaha piss. Dengan lahap masakan padang dikunya dan ditelan tanpa ampun. hantam banyol. Di tengah-tengah santap malam itu, hal unik ada lagi, tuh minumnya dari pelastik, kirain minuman padahal cebokan atangan. huhuhuhu Alhamdulillah yah . . .
Setelah makan, naik ke kamar, nunggu teknikal miting dengan sedikit meluruskan tulang belakang. Tak ebebrapa lama kemudia suara ketok pintu terdengar di kamar kami (aku, Rahman dan Iwan). "Mas teknikal miting di gedung sebelah, sekarang yah mas," tutur dengan sopan salah satu panitia. Yah langkah akaki walau tak sesempurna di awal perjuangan dari rumah yah tetap semangatlah.
Teknikal Miting, tampak muka ngantuk di depan
Perkenalan satu sama lain, asik semua, rame, gokil dan misterius tergambarkan dari beberapa peserta. Yah begitulah baru kenal kan masih Jaga image. wkwkwkw...
1 jam berjalan teknikal miting kelar. dan Tidur lah kita . . .
Bersambung . . . . .



6 komentar:
mantabb ne gan.
mantabb ne gan.
boleh..boleh...sastrawan baru suda mulai menampakkan tajinya..........piss bro.....
hahaahhaha . . . sipp kawan tx yoh dah mampir di lapak ini . . . heheehhe
asik. . . Asik. . . Hehe
hehehehe.... lbh asik kalou ada yg temanin mbabro . . .
Posting Komentar