Kala itu ku membuka beranda salah satu akun sosial network kepunyaanku, menggerakkan kayboard ke atas dan bawah menjadi aktivitas tak penting hari itu, entah lagi asik melihat berita-berita yang muncul selih berganti, tanpa sengaja diriku melihat sebuah foto yang sangat cantik.
"Subhanallah," tuturku kala melihat foto yang indah itu.
Fotonya simpel tapi warnanya bermain, ini fotonya:
Refleks tanganku mengarahkan kursor ke arah foto itu, lalu memperbesarnya dengan meng-klik satu kali. Hingga tampillah foto itu dengan ukuran yang lebih besar. Sejenak menatap sudut-sudut foto yang begitu menyejukkan hati dan sedikit pikiran, melepas beberapa masalah yang ada dalam hidup ini. Ku menciutkan penglihatan, mengerutkan kening tuk mencoba membaca ayat 185 itu dengan sedikit kaku dan tersendat-sendat.
Sebenarnya ku malu dengan diriku sendiri, aku mengaku ISLAM, tetapi Al-Quran yang menjadi pedoman hidupku sungguh jarang ku baca hingga dirikupun tak lancar membacanya. Sungguh jauh dari harapan. Malu, malu, dan malu diriku Ya Rabb. Apalah yang kulakukan saat ini, tidaklah berarti di mata-Mu yang selalu melihat tanpa kedipan sedikitpun. Duniawi yang selama ini ku kejar, hawa nafsu membutakan jalan lurusku kepada-MU.
Sekarang adalah waktunya diriku tuk mencoba bangun dan keluar dari kurungan iblis laknatullah.
Di kala pagi, ku mengantar saudarah perempuanku ke luar kompleks, di sela-sela perjalanan, ku coba bertanya kepada beliau.
"Kak, ajarka Tajwid dule," tuturku sambil mengemudikan motor kepunyaanku.
"Aihh, saya juga baru belajar de," jawabnya dengan spontan
"Ih, jadi selama ini tarbiyah ta bagaimana? Saya kira kita ajar juga anak-anak baca Al-Quran?," tanyaku lagi padanya
"Tidak de, saya kalau tarbiyah cuman teori beberapa hadist dan Al-Quran, bukan mengajarkan itu. Kenapa nda di kampus belajarnya," ucapnya dan balik bertanya.
"hehehehe, nda ji kak (dalam hatiku saya malu belajar di kampus, karena yang mengajarkan tajwid kebanyakan lebih muda dari saya)," tutupku.
Di sinilah awalku bangkit, dan akan menjadi awal terus-menerus, hingga nyawa tercabut dan menghadap lillahi Rabb.
Ku kembali merapi foto yang indah itu, lalu tak senagaj lagi, tangan refleks mengarahkan kursor ke arah tampilkan foto selanjutnya. Ku klik, tampak foto kegiatan dari yang punya akun, ku klik lagi, tampak foto kalikgrafi yang lumayan bagus, ku klik kembali, ku terdiam melihat foto yang tampil. Ku baca sebuah kalimat, hati terasa menangis dan tertunduk lesuh kala itu.
Foto yang mengetarkan jiwa, dan sedikit menaikkan bulu roma membuatku sedih dan tak habis fikir, apa maksud sang punya akun sosial network ini lakukan. Kembali jidat mengerut, mata menyipit, hingga ku diam tanpa kata. Foto itu seperti ini . . .
APA YANG KAU RASAKAN SAUDARAH ??????
MASIKAH KITA BERALASAN TUK JAUH DAN INGKAR ATAS JANJI KITA???
MASIKAH KITA BERALASAN TUK JAUH DAN INGKAR ATAS JANJI KITA???
JANJI YANG KITA UCAPKAN DAN SETUJUI SEBELUM LAHIR DI DUNIA INI???
MAKA NIKMAT TUHAN KAMU YANG MANAKAH YANG KAMU DISTAKAN???


Tidak ada komentar:
Posting Komentar