Sewaktu diriku
berumur 1 hingga 9 bulan, Air Susu Ibu (ASI) eksklusif menjadi nutrisi dan
makanan utamaku kala itu, mengapa? besarnya khasiat dari ASI sudah bukan hal baru
lagi untuk kita ketahui. ASI diproduksi karena pengaruh hormon prolactin dan oxytocin setelah kelahiran bayi. ASI pertama yang keluar disebut kolostrum atau jolong yang mengandung
banyak immunoglobulin IgA yang baik
untuk pertahanan tubuh bayi melawan penyakit. Sehingga pemberian ASI menjadi
kewajiban yang harus dilakukan oleh seorang Ibu. Begitulah
tulisan yang tertuang dalam Ensiklopedia.
Terlepas dari itu, waktu terus berputar, tak terasa umur
1 tahun ku jalani berlalu begitu cepat. ASI sudah mulai ditinggalkan, selamat datang susu
formula. Kadang ku berfikir susu apa yang ku konsumsi kala itu. Ku coba
menanyakan kepada Ibu, jawabnya hanya "susu bubuk". Ku tanya lagi,
susu bubuk merek apa ibu? Jawabnya "sudah lupa nak," tuturnya sambil
tertawa.
Hingga sampai sekarang ku masih penasaran dengan susu apa yang dulu aku konsumsi. Tapi
lupakanlah, toh itu sudah berlalu, tidak penting lagi ku usaha mencari jawaban
pastinya, ku coba bertanya pada Ayah, beliau sudah tak ada sejak 2003
lalu. Yang dapat aku lakukan
sekarang, hanya mampu menuliskan sebuah tulisan dalam blog kepunyaanku ini.
Kadang ku berfikir secara logis, apakah manusia mampu membuat tandingan dari ASI yang
sangat berkhasiat
bagi tubuh sang bayi? Mengingat ASI Ibu kita terbatas. Lama kelamaan jawaban
itu terjawab, hadirnya susu formula membuat ibu-ibu tidak resah dan panik lagi untuk memenuhi lemak, gula dan protein sang bayi. Akan tetapi itu dulu, sekarang
tidak lagi. Mengapa?
Dari sebuah buku berjudul Kesehatan bayi, karya Dr. Prita (2009: 34). "Seorang peneliti mengamati
perkembangan sampel 391 bayi yang lahir selama tahun 2008. Dua per tiga dari
bayi itu mendapatkan ASI. Sementara, ada sepertiga bayi yang tidak mendapatkan ASI
dan diganti dengan susu formula. Mereka diamati selama satu tahun dengan
pengujian setiap tiga bulan. Hasilnya, bayi dengan ASI memperoleh sedikit keunggulan dari
bayi yang diberikan dua susu lain. Antara bayi yang diberi susu formula,
perkembangannya setara namun sedikit lebih rendah dari bayi dengan asupan ASI".
Mau dibandingkan dengan susu jenis apa pun, air susu ibu
(ASI) tetap menjadi pilihan terbaik bagi bayi dan balita. Anjuran memberikan ASI
eksklusif, bahkan meneruskannya hingga usia dua tahun, akan memberikan efek
yang lebih baik dibandingkan dengan memberikan susu formula.
Dari banyak buku dan artikel yang aku baca, keunggulan ASI dibanding susu
formula. ASI bisa memasok gizi ideal sesuai keperluan sang anak. Asupan gizi
dipenuhi dengan lengkap dan seimbang, tidak kurang maupun berlebihan. Itu
berjalan secara otomatis tanpa perlu sang ibu untuk menakarnya.
Melihat hal itu, diriku bukannya menghalangi masyarakat mengonsumsi susu formula, akan tetapi
sebaiknya diberikan ketika hanya ada pilihan terakhir. Selama sang ibu mampu
memberikan ASI, maka inilah minuman sekaligus makanan menyehatkan bagi bayi.
Muncul permasalah, bagaimana bila ASI ibu sudah tidak
berproduksi lagi? Di sinilah peran susu formula. Susu formula yang baik adalah
susu formula yang mampu mencakup protein, gula dan lemak agar asupan anak
sesuai dengan standar ASI. Sehingga produsen susu formula yang ada di haruskan
memenuhi kriteria tersebut.
Ku pernah berniat untuk membuat susu formula yang unik
dan inovasi, memiliki khasiat yang besar, dan tentunya berstandar ASI. Ku beri nama
Susu KUMAHA (Kurma, Madu, Hazelnut). Susu ini mengandung tiga macam sumber daya
alam yang mudah di dapatkan dan tentunya
murah.
Lihat saja kurma, dalam beberapa penelitian khasiat kurma bagi kesehatan adalah membantu pertumbuhan
tulang dari kekurangan kalsium, untuk bayi melalui ASI ibu yang mengkomsumsi
kurma, mencegah dan mengobati stroke, mengobati animea, mencegah tubuh dari
bakteri dan kanker, memelihara dari kerabunan, menstabilkan kejiwaan bagi anak
dan lansia, dan masih banyak lagi. (Wikipedia)
Ada juga madu seperti kita ketahui bahwa madu memiliki banyak sekali manfaat dan kegunaan bagi
manusia. Baik untuk luar maupun dalam.
Maka tidak heran kalau ada orang yang menyebut 1000 manfaat madu bahkan ada
yang mengatakan Sejuta khasiat madu. Salah satunya madu bisa menjadi pengganti gula
yang sehat, madu memiliki sifat anti-bakteri yang membantu memperbaiki sistem
pencernaan, memiliki karsinogen yang
dapat mencegah dan sebagai anti-tumor yang dapat membantu dalam pencegahan
kanker, dan masih
banyak lagi. (Wikipedia)
Sedangkan minyak hazelnut sangat membantu meningkatkan
gizi pada bayi yang diberi susu botol. Air susu ibu atau ASI yang memiliki asam
lemak omega-3 DHA yang sehat (docosahexaenoic
acid) dan asam lemak omega-6 ARA (arachidonic
acid), yang penting untuk perkembangan otak dan organ lainnya. Kedua
kandungan tersebut sangat penting bagi janin khususnya selama periode tiga
bulan terakhir kehamilan. (Wikipedia)
Saat ini kandungan DHA dan ARA (dalam bentuk
triacylglycerols) dari alga telah ditambahkan ke dalam susu formula, tapi
muncul kekhawatiran terhadap daya cerna bayi. Karena asam lemak yang dikandung
alga tidak persis sama dengan yang ada di ASI. Di sinilah kandungan lemak dari
minyak hazelnut yang serupa dengan DHA dan ARA dalam ASI. Sehingga minyak
hazelnut sangat bermanfaat.
Selain hal tersebut, ada hal yang penting yang harus kita
perhatikan. Khususnya di negara kita Indonesia tercinta. Keberadaan lebel halal
tentunya harus ada dari pihak yang diamanatkan. Sehingga ada jaminan khusus
bagi masyarakat bahwa susu tersebut baik dikonsumsi.
Semoga Indonesia makin mengibarkan benderanya dengan
kehidupan yang sehat, khususnya "di awal kehidupan" (bayi) yang
membutuhkan cakupan protein, gula, dan lemak yang mencukupi. Akhir kata,sehatlah anak Indonesia,
sehatlah kita semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar