Minggu, 24 Juni 2012

Susu Formula "Sama dengan" ASI, Bisakah?



Sewaktu diriku berumur 1 hingga 9 bulan, Air Susu Ibu (ASI) eksklusif menjadi nutrisi dan makanan utamaku kala itu, mengapa? besarnya khasiat dari ASI sudah bukan hal baru lagi untuk kita ketahui. ASI diproduksi karena pengaruh hormon prolactin dan oxytocin setelah kelahiran bayi. ASI pertama yang keluar disebut kolostrum atau jolong yang mengandung banyak immunoglobulin IgA yang baik untuk pertahanan tubuh bayi melawan penyakit. Sehingga pemberian ASI menjadi kewajiban yang harus dilakukan oleh seorang Ibu. Begitulah tulisan yang tertuang dalam Ensiklopedia.
            Terlepas dari itu, waktu terus berputar, tak terasa umur 1 tahun ku jalani berlalu begitu cepat. ASI sudah mulai ditinggalkan, selamat datang susu formula. Kadang ku berfikir susu apa yang ku konsumsi kala itu. Ku coba menanyakan kepada Ibu, jawabnya hanya "susu bubuk". Ku tanya lagi, susu bubuk merek apa ibu? Jawabnya "sudah lupa nak," tuturnya sambil tertawa.
            Hingga sampai sekarang ku masih penasaran dengan susu apa yang dulu aku konsumsi. Tapi lupakanlah, toh itu sudah berlalu, tidak penting lagi ku usaha mencari jawaban pastinya, ku coba bertanya pada Ayah, beliau sudah tak ada sejak 2003 lalu. Yang dapat aku lakukan sekarang, hanya mampu menuliskan sebuah tulisan dalam blog kepunyaanku ini.
            Kadang ku berfikir secara logis, apakah manusia mampu membuat tandingan dari ASI yang sangat berkhasiat bagi tubuh sang bayi? Mengingat ASI Ibu kita terbatas. Lama kelamaan jawaban itu terjawab, hadirnya susu formula membuat ibu-ibu tidak resah dan panik lagi untuk memenuhi lemak, gula dan protein sang bayi. Akan tetapi itu dulu, sekarang tidak lagi. Mengapa?
            Dari sebuah buku berjudul Kesehatan bayi, karya Dr. Prita (2009: 34). "Seorang peneliti mengamati perkembangan sampel 391 bayi yang lahir selama tahun 2008. Dua per tiga dari bayi itu mendapatkan ASI. Sementara, ada sepertiga bayi yang tidak mendapatkan ASI dan diganti dengan susu formula. Mereka diamati selama satu tahun dengan pengujian setiap tiga bulan. Hasilnya, bayi dengan ASI memperoleh sedikit keunggulan dari bayi yang diberikan dua susu lain. Antara bayi yang diberi susu formula, perkembangannya setara namun sedikit lebih rendah dari bayi dengan asupan ASI".
          Mau dibandingkan dengan susu jenis apa pun, air susu ibu (ASI) tetap menjadi pilihan terbaik bagi bayi dan balita. Anjuran memberikan ASI eksklusif, bahkan meneruskannya hingga usia dua tahun, akan memberikan efek yang lebih baik dibandingkan dengan memberikan susu formula.
          Dari banyak buku dan artikel  yang aku baca, keunggulan ASI dibanding susu formula. ASI bisa memasok gizi ideal sesuai keperluan sang anak. Asupan gizi dipenuhi dengan lengkap dan seimbang, tidak kurang maupun berlebihan. Itu berjalan secara otomatis tanpa perlu sang ibu untuk menakarnya.
         Melihat hal itu, diriku bukannya menghalangi masyarakat mengonsumsi susu formula, akan tetapi sebaiknya diberikan ketika hanya ada pilihan terakhir. Selama sang ibu mampu memberikan ASI, maka inilah minuman sekaligus makanan menyehatkan bagi bayi.
            Muncul permasalah, bagaimana bila ASI ibu sudah tidak berproduksi lagi? Di sinilah peran susu formula. Susu formula yang baik adalah susu formula yang mampu mencakup protein, gula dan lemak agar asupan anak sesuai dengan standar ASI. Sehingga produsen susu formula yang ada di haruskan memenuhi kriteria tersebut.
           Ku pernah berniat untuk membuat susu formula yang unik dan inovasi, memiliki khasiat yang besar, dan tentunya berstandar ASI. Ku beri nama Susu KUMAHA (Kurma, Madu, Hazelnut). Susu ini mengandung tiga macam sumber daya alam yang  mudah di dapatkan dan tentunya murah.
         Lihat saja kurma, dalam beberapa penelitian khasiat kurma bagi kesehatan adalah membantu pertumbuhan tulang dari kekurangan kalsium, untuk bayi melalui ASI ibu yang mengkomsumsi kurma, mencegah dan mengobati stroke, mengobati animea, mencegah tubuh dari bakteri dan kanker, memelihara dari kerabunan, menstabilkan kejiwaan bagi anak dan lansia, dan masih banyak lagi. (Wikipedia)
         Ada juga madu seperti kita ketahui bahwa madu memiliki banyak sekali manfaat dan kegunaan bagi manusia.  Baik untuk luar maupun dalam. Maka tidak heran kalau ada orang yang menyebut 1000 manfaat madu bahkan ada yang mengatakan Sejuta khasiat madu. Salah satunya madu bisa menjadi pengganti gula yang sehat, madu memiliki sifat anti-bakteri yang membantu memperbaiki sistem pencernaan, memiliki karsinogen yang dapat mencegah dan sebagai anti-tumor yang dapat membantu dalam pencegahan kanker, dan masih banyak lagi. (Wikipedia)
          Sedangkan minyak hazelnut sangat membantu meningkatkan gizi pada bayi yang diberi susu botol. Air susu ibu atau ASI yang memiliki asam lemak omega-3 DHA yang sehat (docosahexaenoic acid) dan asam lemak omega-6 ARA (arachidonic acid), yang penting untuk perkembangan otak dan organ lainnya. Kedua kandungan tersebut sangat penting bagi janin khususnya selama periode tiga bulan terakhir kehamilan.(Wikipedia)
    Saat ini kandungan DHA dan ARA (dalam bentuk triacylglycerols) dari alga telah ditambahkan ke dalam susu formula, tapi muncul kekhawatiran terhadap daya cerna bayi. Karena asam lemak yang dikandung alga tidak persis sama dengan yang ada di ASI. Di sinilah kandungan lemak dari minyak hazelnut yang serupa dengan DHA dan ARA dalam ASI. Sehingga minyak hazelnut sangat bermanfaat.
         Selain hal tersebut, ada hal yang penting yang harus kita perhatikan. Khususnya di negara kita Indonesia tercinta. Keberadaan lebel halal tentunya harus ada dari pihak yang diamanatkan. Sehingga ada jaminan khusus bagi masyarakat bahwa susu tersebut baik dikonsumsi.
        Semoga Indonesia makin mengibarkan benderanya dengan kehidupan yang sehat, khususnya "di awal kehidupan" (bayi) yang membutuhkan cakupan protein, gula, dan lemak yang mencukupi. Akhir kata,sehatlah anak Indonesia, sehatlah kita semua. 

Tidak ada komentar: