Selasa, 15 November 2016

MJF Tidak Semegah Dulu

Makassar Jazz Festival (MJF) tahun ini jauh dari harapan. Selain tak ada inovasi seperti tahun-tahun lalu, pun dengan artis yang didatangkan tidak semegah dululah.!!





Tata letak panggung membosankan, ornamen panggung sama saja, stan tak ada yang berubah, tema kurang tersampaikan, artis yang datang kebanyakan dari latar belakang genre musik pop.

Sebut saja, Vidi Aldiano dan Hivi. Saya masih ingat, kala mewancara Founding Father MJF tahun lalu, berjanji akan membuat MJF 2016 lebih meriah dengan mendatangkan artis-artis berkelas pada genre musik jaz.

Namun sayang, janji tinggal janji, namun apa daya. Mendengarkan musik dri puluhan musisi dengan hanya membayar Rp100 ribu jadi barang langka. Saya pun tak menyiayiakan ini.

Beda tiga tahun terakhir, saya selalu masuk gratis. Soalnya, dapat undangan untuk liputan. Kebetulan masih jadi wartawan. Sekarang, tidak lagi jadi bayarlah kita. HTMnya memang lebih murah dari tahun-tahun yang lalu. Dulu-dulu harganya bisa sampai Rp250 ribu. Tahun ini lebih murah Rp100 ribu saja.

Animo penonton pun cukup banyak, tetapi tak sebanyak tahun lalu. Tahun ini lebih banyak remaja dan dewasa madya yang datang menikmati alunan musik jaz. Soalnya artisnya peruntukan remaja, khususnya hari terakhir, Ahad 6 November.

Sampai larut malam pukul 01.30 Wita baru kelar semua acaranya. Malah pukul 00.30 pintu masuk sudah dibuka, yang ingin nonton Hivi (artis terakhir) bisa masuk gratis.

Harapannya aku sih, ke depannya MJF lebih inovatif lagi, lebih gereget lagi untuk mendatangkan musisi terbaik jaz. Festival ini sangat bagus dan sayang bila tidak dilanjutkan.

Tidak ada komentar: