Muhammad Zulfikar dan Amiruddin sahabatku merasa takjub kala melihat pantai Bara ini, tak kenal matahari menyengat, keduanya layaknya model profesional yang difoto dengan gaya-gaya jenaka. Akupun tidak keberatan, silakan bergaya asal jgn bugil.
Entah angin apa yang membuat keduanya sprt itu, padahal lima pos sebelumnya ia bgitu jaim, yang terlihat, mrk fokus selfie dgn HPnya masing-masing. Kegilaan mrk tdk berhenti disitu, pukul 11.30 Wita mereka ingin berenang. Dilepaskanlah baju mrk, sayang keinginan itu hanya sesaat.
Takala mrk puas berfoto, berenang pun terlupa. Mrk pun berniat utk plng ke penginapan. Oh ia, letak Pantai Bara sejarak 900 meter dari Pantai Bira. 2/3 jalan teraspal mulus, sayang sisanya kurang representatif, batu gunung yang sdkt runcing, krikil, dan pasir cukup menghambat jalur liburan kami.
Menuju Bara sungguh sejuk, pepohonan kiri-kanan sungguh hijau, mirip-mirip Unhas gitu (lebay), tapi sesampainya disana, sungguh kotor, beberapa pohon ditebang, semak belukar dibakar, dan terlihat kurang elok.
Sesampainya di bibir pantai, yah lumayan, tak seramai Bira, pedagang pun tak msk, ini membuat pengunjung bisa bersantai dengan membawa tenda sendiri. Rencananya kita ingin camping, sayang tenda seharga Rp16 ribu perhari tak teralisasi.
Entah angin apa yang membuat keduanya sprt itu, padahal lima pos sebelumnya ia bgitu jaim, yang terlihat, mrk fokus selfie dgn HPnya masing-masing. Kegilaan mrk tdk berhenti disitu, pukul 11.30 Wita mereka ingin berenang. Dilepaskanlah baju mrk, sayang keinginan itu hanya sesaat.
Takala mrk puas berfoto, berenang pun terlupa. Mrk pun berniat utk plng ke penginapan. Oh ia, letak Pantai Bara sejarak 900 meter dari Pantai Bira. 2/3 jalan teraspal mulus, sayang sisanya kurang representatif, batu gunung yang sdkt runcing, krikil, dan pasir cukup menghambat jalur liburan kami.
Menuju Bara sungguh sejuk, pepohonan kiri-kanan sungguh hijau, mirip-mirip Unhas gitu (lebay), tapi sesampainya disana, sungguh kotor, beberapa pohon ditebang, semak belukar dibakar, dan terlihat kurang elok.
Sesampainya di bibir pantai, yah lumayan, tak seramai Bira, pedagang pun tak msk, ini membuat pengunjung bisa bersantai dengan membawa tenda sendiri. Rencananya kita ingin camping, sayang tenda seharga Rp16 ribu perhari tak teralisasi.
Kami pun hanya berhenti sejenak menikmati panorama indah. Dan saya bersyukur bisa ke sini lagi.
Liburan #KeBulukumbaDeh #AmankanLorong #MinusAmmar #tamat



Tidak ada komentar:
Posting Komentar