Tanggal 1 Juni 2012, tepatnya Hari ke-2 diriku berada di negeri Angsa Sumatra.
Dinginnya AC penginapan membuat tidurku nyenyak hingga telat bangun sholat subuh, setengah 6 bangunnya. Tanpa basa-basi, langsung masuk kamar mandi, ambil air wudhu sholat subuh dah.
Setelah sholat, melirik ke tempat tidur, hal unik terasa pagi itu, seingat diriku kemarin malam teman sekamar yakni Iwan dan Rahman tidak tidur menggunakan sarung, eh pas pagi hari seluruh tubuhnya terbungkus sarung tanpa sedikitpun terlihat tubuh kekarnya (Ups... yah bisalah seperti Aderai) hahahahaha. . .
Tapi sunggug dingin kala itu, ku bangunkan meraka dan memadamkan listrik khusus AC di kamar 209, maklum remotenya nda ada kasihan. hehehehe.
Iwan dan Rahman bangun dan menanyakan jam berapa? Spontan ku menjawab ini sudah jam 6. Merekapun bangun dan menunaikan sholat.
Iwan dan Rahman bangun dan menanyakan jam berapa? Spontan ku menjawab ini sudah jam 6. Merekapun bangun dan menunaikan sholat.
Ku kembali meniduri tempat tidur yang empuk sambari melihat handphone yang kemasukan 2 pesan. Salah satunya dari Mas Wasril Koordinator LKTM yang aku ikuti saat ini. Tulisan SMS yang aku terima hanya mengingatkan saja untuk semua peserta bahwa, jam 8 peserta sudah siap semua, bis yang akan kita tumpangi ke Universitas Jambi dalam rangka mempresentasikan karya kita sudah siap jam itu juga. Jadi harus on time katanya.
Sontak, respon diriku meningkat, ku coba melihat kesiapan Power Point yang aku buat hanya sehari untuk di presentasikan hari ini. Alhamdulillah semua siap tinggal mandi dan berpakaian yang harus di kerjakan pagi itu.
Pukul 08.00 tiba, diriku berserta dua sahabat kamar 209 turun ke lantai dasar. Alamamater merah meronah, dan Almamater biru melaut, menjadi pemandangan indah pagi itu. Yah turun ke lobi penginapan menunggu teman-teman yang masih asik menyiapkan diri dengan dandanan yang 100 persenlah.
Hujan turun pagi itu, tandanya semakin menambah semangat eh salah, semakin membuat diriku dingin dan gugup menghadapi kompetisi ini. Maklum lah, aku hanya sendiri kala itu. teman-teman yang lain membawa amunisi yang full tim, ada juga sih yang nda full, tuh teman seperjuangan satu daerah. Yah tapi kesendirianku itu, bukan membuat nyali kiut, tetapi membuatku semakin tertantang. Bukan yang pertama sih merasakan kondisi seperti itu, tetapi yah inilah yang kurasakan beberapa waktu yang lalu.
Berjalan sekitar 200 meter, dengan guyuran hujan membuat langkah sedikit terhambat. Bis yang akan mengangkut kita tidak berhenti di jalan depan penginapan kita, soalnya jalannanya sempit. Jadi bisnya berhenti pas di luar lorong masuk penginapan kita, tepatnya di jalan raya depan perpustakaan umum kota Jambi.
Oh ia nih foto perpustakaan umum kotanya, lumayan bagus tempatnya. Arsiteknya moderen begitu.
Naiklah kita di atas bis ber-AC yang nyaman. Lagu-lagu sang supir juga lumayan galau. hahahah, dari awal sampai akhir lagu sakit hati semua. Tapi yah baguslah dari pada lagu dangdut. wkwkwkwkw....
35 menit perjalan, Alhamdulillah sampai juga di lantai 4 Rektorat. tepatnya di aula kepunyaan Universitas Jambi. Lumayan naik tangganya bro, olahraga sedikit pagi-pagi.
Alhamdulillahnya lagi, baru masuk pintu aula, sudah disambut dengan nasi uduk. nyam-nyam nikmat, duduk di lantai bersama kawan-kawan cukup meredahkan sedikit kegugupan yang ada dalam jiwa. Selapas makan, yuk masuk cari tempat duduk.
Raut wajah dan sesekali gemetaran tak bisa jauh dariku kala presentasi karya sudah semakin dekat. Apalagi yang naik presentasi akan di acak oleh dewan juri. Wah tambah mendebarkan lagi boss. hehehehe tapi bismillah sajalah . . .
Tampak juri sudah hadir dan menduduki singasananya, WR III yang mewakili rektor Unja juga sudah hadir dan bersiap membuka LKTM tingkat nasional ini. humm ngelihat WR III Unja ngeri juga sih, kumisnya itu lho, sesuatu banget . . . hahahahaha . .
Selepas pembukaan, datanglah detik-detik pembuka presentasi karya LKTM ini, juri yang di nahkodai oleh DR. Dede, beserta 2 kawannya mengambil 1 kertas yang digulung di sebuah anyaman rotan kayu kecil bertentangan.
"Yang tampil pertama, nomor 12 dari Universitas Jember," tutur salah seorang juri.
Pas mendengar itu, legah sudah, tampil pertama bukan saya bro, yah lebih siap lagi deh melihat pertanyaan yang akan diajukan dari ke-tiga juri yang ada. 10 menit presentasi dan 15 menit tanya jawab. Luamayanlah.
Hal yang menarik, ketika sang juri menanyakan beberapa pertanyaan kritis dan tepat sasaran. membuat kita semakain deg-degan. Wah jurinya ngeri-ngeri. sampai-sampai teman sebelah saya mengatakan bahwa: "Wah baru kali ini saya ikut LKTM dan untuk presentasi di tanya jawab sekritis ini," tutur Iwan sang pujangga . . . hahahhahha
Seperti itu juga yang kurasakan kala mendengar pertanyaan yang keluar dari beberapa juri. Hingga selesai, tim dari Jember dipersilahkan mengambil kertas yang artinya nomor berapa yang di cabut oleh perwakilan dari Universitas Jember, itu adalah penampil selanjutnya.
Dan anda tahu, satu hari itu nomorku yakni 7 tidak dipanggil-panggil oleh perwakilan peserta yang sudah kelar menampilkan karyanya. Hingga waktu selesai, nomorkupun tidak disebut-sebut. Yah seperti ngikut arisan sih, mesti sabar buat nunggu naik namanya.
Ya kesyukuran juga bisa lebih siap untuk besok.
Alhasil, kita kembali ke tempat penginapan untuk istirahat. Yah sebelumnya kita foto-foto dulu menjadi agenda terselubung kala itu nih beberapa foto hari ke-2 yang sepat terselip di kamera orang. hehehehe..
Itulah sedikit keceriaan di hari ke-2, yah walau terasa singkat karena pikiran terpusat pada lomba yang membuat stress kepala kala itu, yah bawa santai sajalah kata mas Iwan . . . wkwkwkwk
Tinggal 4 tim yang belum tampil, besoknya baru dilanjut, kamipun bergegas pulang ke penginapan, sholat Asarpun belum terlaksana, bersegerahlah kita pulang. Di tengah perjalan, tampak pemandangan yang indah membuatku sedikit terhibur dengan lantunan musik dari pak sopir yang tidak jelas (lagu korea) hehehehe, membuat galauku tambah meningkat. kan belum naik presentasi, ku terus bertanya dalam hati, Apa yang akan terjadi esok hari???
Tak terasa badan begitu sakit, nah kenapa bisa? aku cuman duduk saja di aula tanpa kerjaan berat. Yah mungkin karena beban itu terasa berat kurasa kala itu. membuat seluruh badang serasa ngangkat beras 5 karung.... humm semangatlah.
30 Menit perjalan, akhirnya sampai di tempat penginapan, diri ini berjalan ke mushollah yang berada di tengah-tengah penginapan yang kita gunakan. Sehabisnya kita masuk ke kamar dan istirahat. Mata mulai sayup-sayup, tanda tidur sudah mulai bergrilya, humm sholat magriblah dulu, sudah itu baru tidur.
Tanpa sengaja aku ketiduran kala jam 8 malam ada pertemuan dengan panitia dan seluruh peneliti Unja, sekaligus makan malam juga. Yah aku dan teman kamar yakni si Rahman tidak dapat kesana berhubung tidur pulas dikamar 209. Alhamdulillah mas Iwas ada mewakili kita. hehehehe di bawakanlah kita makanan, baik mentong temanku satu ini??
wkwkwkwkwk
Ku bangun jam 12 malam sih, sempat makan dan sholat juga, tapi dah itu tidur lagi. hehehehe
Bersambung





1 komentar:
hm, pengalaman yg menarik. Jdi terinspirasi dgn bbrapa critax. Walau sendri berjas merah mah tetap smangat. Hehe. Smangat slalu saja. Tularkan ke kita2 dong. . .
Posting Komentar