Memang tak setenar Bira, ataupun Bara. Namun keindaannya bisa diadu. Letaknya, tak jauh dari Pantai Ujung Tiru. Butuh 500 meter saja, namun medannya menanjak. Jalannya pun mulus.Menemukannya ada beberapa belokan yang membingungkan. Papan pentujuk area wisata blm ada. Hanya ucapan selamat datang layaknya gapura yang terliat.
Signal nihil, jangan malu bertanya. Masyarakatnya pun baik nan santun. Memberitahukan letak Samboang pun begitu detail. Anak-anak pun tahu tempatnya.
Sayang, angin laut dri barat ke timur membuat sampah berserakan di bibir pantai. Namun lagi-lagi eksotiknya laut biru, pasir putih, dan cuaca bersahabat pun memukau kami.
Tak sedikit ku jumpa, karang dengan rerumputan laut di pinggir pantai, bukti kekejaman mrk para pembom karang. Laknatlah mereka, yang begitu pendek pemikirannya. Hanya merasakan manfaat sesaat, sengsaralah kelak.
Tapi ah, malas daku mengungkitnya. Intinya aku ke sini utk melepas penat. Menikmati angin darat siang hari, dibawah bale2yang berjejeran gratis. Tak ada biaya parkir. Pemerinta dan masyarakat sekitar belum mau mengkomersilkan. Yah, senangla kita..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar