Apa istimewanya pantai ini? Ah, saat senja sungguh menakjubkan kawan. Ke tempat ini, sangat cocok pas matahari menyenja. Pasir putih memikat, langit biru terbentang indah, beberapa saat mengorage, lalu mencoklat, langit senja itu mengodaku tuk tdk berkedip.
Letaknya sebelum Bira, dari kota butuh 50 menit lah. Jalannya mulus. Pentunjuk jalan nihil, tenang GPS siap mengantar. Tetapi jangan takabbur, jalan yang dilewati memasuki pemukiman warga nelayan. Beberapa orang tua dan anak muda asik berbicang di rumah pos jaga, menunggu malam tiba. Kala matahari tenggelam, mereka pun siap mencari rezeki.
Sayang sampah plastik, rumput laut kering, potongan kayu besar, ranting pepohonan, ingga kepingan karang pasca bom laut meluluhlantahkan perairan, lengkap dengan ganggangnya yang sedang asik-asiknya bercengkrama dengan biota laut mati tinggal kenangan.
Biaya masuk tak, ada bale-bale tempat peristiraatan ada kok, tetapi tak sebanyak bira, ataupun samboang. Namun ada satu yang unik. Sebuah pulau kecil atau batu karang besar yang diatasnya tumbuh pepohonan menjadi objek foto berkelas. Mau gaya makan, megang, boker, paslah, bila pengambilan fotonya tepat. Satu hal yang tak sempatku tanyakan mulai pos 1-4 ini.
Arti dari nama tempat-tempat tersebut. Ahhh nda usalah, toh aku bukan orang asli Bulukumba, bkn juga pemandu wisata, namun saya suka keramahan orang Bulukumba. Matahari mulai terbenam, saya dan teman hendak ke pos lima. Disana mungkin mengasikkan. Dan terbukti. Banyak keramahan yang ku dapatkan. #Liburan #KebulukumbaDeh #amankanlorong #bersambung
Letaknya sebelum Bira, dari kota butuh 50 menit lah. Jalannya mulus. Pentunjuk jalan nihil, tenang GPS siap mengantar. Tetapi jangan takabbur, jalan yang dilewati memasuki pemukiman warga nelayan. Beberapa orang tua dan anak muda asik berbicang di rumah pos jaga, menunggu malam tiba. Kala matahari tenggelam, mereka pun siap mencari rezeki.
Sayang sampah plastik, rumput laut kering, potongan kayu besar, ranting pepohonan, ingga kepingan karang pasca bom laut meluluhlantahkan perairan, lengkap dengan ganggangnya yang sedang asik-asiknya bercengkrama dengan biota laut mati tinggal kenangan.
Biaya masuk tak, ada bale-bale tempat peristiraatan ada kok, tetapi tak sebanyak bira, ataupun samboang. Namun ada satu yang unik. Sebuah pulau kecil atau batu karang besar yang diatasnya tumbuh pepohonan menjadi objek foto berkelas. Mau gaya makan, megang, boker, paslah, bila pengambilan fotonya tepat. Satu hal yang tak sempatku tanyakan mulai pos 1-4 ini.
Arti dari nama tempat-tempat tersebut. Ahhh nda usalah, toh aku bukan orang asli Bulukumba, bkn juga pemandu wisata, namun saya suka keramahan orang Bulukumba. Matahari mulai terbenam, saya dan teman hendak ke pos lima. Disana mungkin mengasikkan. Dan terbukti. Banyak keramahan yang ku dapatkan. #Liburan #KebulukumbaDeh #amankanlorong #bersambung



Tidak ada komentar:
Posting Komentar